Minggu, 04 Maret 2012

Pakaian Adat Tradisional Sumatera Selatan


Pakaian Adat Tradisional Sumatera Selatan - Mengenal pakaian adat Sumatera Selatan. Saat mendengar kata Sumatera Selatan, mungkin yang ada dalam benak kita adalah Kota Palembang, kemudian kalau mendegar kata Palembang yang ada dalam benak kita bisa jadi Makanan Khas Palembang yakni Pempek atau jembatan yang terkenal yaitu Jembatan Ampera. Semuanya betul, Tapi di Sumatera Selatan tentunya juga masih ada hal menarik lagi seperti budaya Sumatera Selatan atau tempat wisata Sumatera Selatan yang pastinya juga sangat menarik untuk di kunjungi saat berlibur.

Masih berlanjut tentang Pakaian Adat Indonesia, kali ini blog info indonesia ini akan menginformasikan mengenai pakaian tradisional sumatera selatan. Tentunya dengan mengenal pakaian adat daerah Sumsel ini akan menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang keaneka ragaman Pakaian Tradisional Indonesia yang memang beragam dan beracam macam mulai dari provinsi yang ada di ujung barat Indonesia hingga Provinsi yang ada ujung timur Indonesia.

Gambar Pakaian Adat Tradisional Daerah Sumatera Selatan

Pakaian Adat Tradisional Sumatera Selatan


Pakaian Adat Tradisional Daerah Sumatera Selatan


Pakaian Tradisional Palembang Sumatera Selatan : Busana adat Palembang ini sebenarnya sudah berasal sejak dari jaman kesultanan Palembang pada abad ke 16 hingga pertengahan abad yang ke 19, dan waktu itu dikenakan oleh golongan dari keturunan raja-raja yang disebut dengan Priyai. Berupa Pakaian kebesaran yang di kenakan untuk laki-laki dan dilengkapi dengan nama tanjak atau tutup kepala, dan pakaian ini terbuat dari bahan kain batik atau dari kain tenunan. Pakaian Tanjak ini dibedakan ada tanjak kepudang, tanjak meler serta tanjak bela mumbang. Semuanya busana ini terbuat dari kain songket yaitu kain tenunan tradisional dari Palembang.

Sementara untuk baju yang dikenakan disebut dengan Kebaya pendek, atau dapat pula memakai kebaya landoong atau kelemkari yaitu sejenis kebaya yang ukuran panjangnya hingga di bawah lutut. Busana ini terbuat dari bahan kain yang ditenun dan disulam dengan menggunakan benang emas ataupun dengan benang biasa yang berwarna, atau bisa pula dengan dicap pakai cairan emas perada. Untuk yang bagian dalam dikenakan penutup dada yang biasa disebut dengan kutang, dan terbuat dari bahan kain yang ditenun atau disulam. Sedangkamn untuk penutup dada biasanya diberi dengan hiasan permata.

Untuk busana pada bagian yang bawah berupa Celana Panjang yang disebut dengan celano belabas, celana ini terbuat dari bahan kain yang ditenun. Mulai pada bagian bawah lutut hingga ke arah bagian mata kaki di buat dengan cara disulam dengan menggunakan benang emas. Ada juga yang disulam mulai dari bagian pinggul hingga ke bagian mata kaki dengan motif lajur. Untuk jenis celana yang lain biasanya disebut dengan celano lok cuan yaitu celana yang panjangnya hingga sebatas lutut.

Jenis celana ini cara membuatnya tidak dengan cara disulam dengan benang emas, dan untuk ukuran celananya juga lebih lebar. Untuk pelengkap Busananya adalah keris. Sarung keris atau pendok yang terbuat dari emas, ataupun perak dengan tatahan yang bermotif bunga. Tapi ada juga yang diberi batu permata, hal ini tergantung pada tingkat ekonomi pemakainya.

<p>Your browser does not support iframes.</p>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar